KARAWANG-PELITAKARAWANG.COM-.Banjir di awal januari 2012 lalu mulai munai akibat bagi para petani di Kec.Tempuran,beberapa areal pertanian di kecmatan tersebut di serang hama keong mas.(29/01/2012).
Menurut Edi Suryana,MP Ka.UPTD Pertanian Kec.Tempuran saat di temui di kantornya (28/01/2012)mengatakan,Sekarang di Tempuran sudah memasuki fase ke dua musim tanam padi dari luas baku pesawahan 6467 hektar.
Menurut data yang kami terima ,rencana musim tanam sekarang akan mencapai sekitar 6480 hektar karena adanya penambahan area pesawahan berasal dari empang yang di jadikan sawah.sampai akhir januari 2012 atau dari hasil pantuan lapangan kami terakhir untuk area sawah di Tempuran baru tertanami 3549 hektaran serta untuk sisanya proses tanam di perkirakan akan tuntas sekitar akhir febuari mendatang,terang Edi.
Menurut data yang kami terima ,rencana musim tanam sekarang akan mencapai sekitar 6480 hektar karena adanya penambahan area pesawahan berasal dari empang yang di jadikan sawah.sampai akhir januari 2012 atau dari hasil pantuan lapangan kami terakhir untuk area sawah di Tempuran baru tertanami 3549 hektaran serta untuk sisanya proses tanam di perkirakan akan tuntas sekitar akhir febuari mendatang,terang Edi.
Selanjutnya ketika di singgung hama Keoang Masa yang sedang melanda Kec.Tempuran,Edi mengungkapkan,ada beberapa desa di Tempuran yang terkena hama tersebut di antaranya desa Lemahduhur,Lemah Subur,Lemah mkamur,Purwajaya,Jaya Negara,Pancakarya dan Tanjung Jaya.desa-desa tersebut di awal januari lalu telah memasuki tanam dan hama keong ada akibat banjir,di sisi lain ada kesulitan para petani saat akan mengalirkan air karena sering berbarengan dengan datangnya air pasang ditambah posisi sawah mereka juga memang dalam (kobak,red),kata Edi.
Lalu sambungnya,saya mengharapkan ke petani yang terkena hama keong mas selain dengan ajir,segera lakukan penuntasan hama keong mas dengan cara manual dan obat-obatan tentutnya,tetapi bila dengan cara manual hati-hati rumah keongnya di amankan karena takut kena kaki.Kami dari pihak dinas Pertanian,PPL juga OPT selama hama keong mas menyerang Tempuran tidak tinggal diam,sudah berupaya maksimal dengan penyuluhan-penyuluhan terpadu melalui Gapoktan atau minggon-minggon desa,imbuhnya.
"Bagi para petani yang belum tanam padinya,upayakanlah persemaiannya mencapai usia 25 hari minimal apalagi bagi mereka tanah sawahnya epidemis keong mas hal tersebut untuk mengantipasi hama terkait",pungkas Edi. (EN).
"Bagi para petani yang belum tanam padinya,upayakanlah persemaiannya mencapai usia 25 hari minimal apalagi bagi mereka tanah sawahnya epidemis keong mas hal tersebut untuk mengantipasi hama terkait",pungkas Edi. (EN).

0 komentar:
Poskan Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan kometar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.